MATURE GORGEOUS CLASSY ELEGANT

Pelaksanaan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen ke-Empat Sebagai Solusi Permasalahan Ekonomi di Daerah

Wednesday, May 02, 2018



Sejak Soekarno mewedarkan (memaparkan) apa yang menjadi isi hatinya, dan apa yang beliau wedarkan adalah suatu “dasar negara”, filosofische grondslag, atau suatu Weltanschauung (pandangan dunia) pada tanggal 1 Juni 1945.[1] Pada saat itulah suatu rumusan filsafat bangsa Indonesia diketahui oleh khalayak orang Indonesia. Inti dari dasar itu adalah “negara semua buat semua” bukan (negara) buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya- tetapi “semua buat semua”.[2] Kemudian jika Bung Karno mengupas dasar pikiran tersebut maka sampailah pada lima dasar. Pancasila disajikan oleh perumusnya sebagai jawaban atas permintaan Ketua Badan Penyelidik untuk memaparkan pemikiran tentang Filosofische grondslag (landasan kefilsafatan) yaitu “fundamen”, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.[3]
Cita-cita pendiri bangsa ini adalah Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.[4] Hal tersebut merupakan cita-cita bangsa Indonesia yang sampai hari ini masih harus direbut dari cengkraman oligarki, kartel dan kleptokrasi. Konstitusi telah memerintahkan untuk melaksanakan tujuan bangsa yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan perdamaian dunia.[5]
Harga bangsa Indonesia adalah harga negara dan harga negara adalah harga warganegara. Ketiganya secara resiprokal kritis mengembangkan payung hukum tertinggi yang menjamin terciptanya keadaan sejahtera, adil, makmur dan merata. Menjamin terselenggaranya cita dan realita hukum bagi semuanya.[6] Hukum bersandar pada keyakinan bahwa kekuasaan negara harus dijalankan atas dasar hukum yang adil.[7]  Menurut Soediman Kartohadiprojo pengertian keadilan sebagai berikut:
 Keadilan berarti kesukarelaan secara tetap dan mantap terus menerus memberikan kepada tiap orang apa yang memang sudah menjadi bagiannya atau haknya (Iustitia est constans et perpetua voluntas ius suum cuique tribuere)[8].
Undang-Undang Dasar Negera Republik Indonesia 1945 setelah amandemen ke-4 terdapat rumusan pasal yang mengatur arah dan strategi kebijakan ekonomi nasional. Pasal 33 ayat (1) berbunyi Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Ayat tersebut menyebutkan bahwa pengaturan ekonomi seharusnya “disusun” dan berbasis pada kekeluargaan dan kebersamaan. Asas kekeluargaan dapat diterjemahkan sebagai asas kebersamaan dan brotherhood antar semua kelompok pelaku ekonomi, bukan family system.[9]
Menurut Sri Edi Swasono, pengertian dari Pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut:
     “Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 sebenarnya mengandung pengertian sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi (perekonomian) yang disusun sebagai usaha bersama (bukan usaha perorangan), dan usaha bersama itu harus berdasar atas asas kekeluargaan. Ada empat perkataan kunci pada ayat (1) Pasal 33 UUD 1945 ini: Perekonomian, disusun, usaha bersama, dan asas kekeluargaan. Apa yang dimaksud dengan perekonomian tentu bukanlah hanya koperasi saja, tetapi meliputi usaha-usaha non koperasi seperti PT, Firma, CV, dan lain-lain. Dari sinilah muncul konsepsi Triple Co (prinsip co-ownership/pemilikan bersama, co-determination/penentuan atau keputusan bersama, co-responsibility/tanggungjawab bersama) sebagai wujud kebersamaan. Disusun artinya tidak dibiarkan tersusun sendiri oleh mekanisme pasar bebas atau kehendak dan selera pasar.  Secara imperatif negara menyusun, negara mendesain (lebih dari sekedar mengintervensi). Wujud ketersusunannya jelas, yaitu tersusun sebagai usaha bersama (sebagai mutual andeavour) berdasar mutualisme atau kepentingan bersama. Dalam usaha bersama itu berlaku asas kekeluargaan (brotherhood) yang bukan kindship atau kekerabatan),  kegotongroyongan koopratif.  Dengan demikian pasal 33 UUD 1945 menolak pasar bebas (laissez-faire) yang mengemban paham liberalisme dan individualisme.”[10]
Secara spesifik Soediman Kartohadiprodjo menjabarkan pengertian kekeluargaan yang tercantum pada Pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut:
        “Keluarga” itu adalah suatu: a) kesatuan, kelompok, pergaulan hidup manusia; ini terdiri dari b) manusia yang berbeda-beda: ayah, ibu, anak-anak; ayah dan ibu berbeda dari anak dalam umurnya; ayah dan ibu berbeda satu sama lain dalam kelamin: pria dan wanita: pun anak-anak dapat terdiri dari pria dan wanita; dan last but not not least, di antara sekian banyak manusia yang hidup bersatu merupakan keluarga itu, bahkan andaikata terdapat di antaranya anak kembar, tidak ada dua yang sama kepribadiannya. Tetapi sungguhpun berbeda beda satu sama lain masing-masing di antara mereka itu baru merasa bahagia kalau hidup dalam keluarga kesatuannya itu: keluarga.[11] 
Lebih lanjut, menurut Sri Edi Swasono dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 sebagai berikut:
Ayat (3) Pasal 33 UUD 1945 merupakan penegasan dari makna demokrasi ekonomi, yaitu perekonomian diselenggarakan demi kesejahteraan sosial bagi rakyat. Kepentingan rakyatlah yang utama bukan kepentingan orang-seorang, meskipun hak warganegara orang-seorang tetap dihormati.[12]
Berdasarkan hal tersebut diatas, perekonomian nasional harus ditata berdasar atas kekeluargaan, brotherhood dan kegotongroyongan. Negara berhak untuk menguasai bahkan memiliki seluruh sumber daya alam demi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Itu artinya daulat rakyat atas seluruh sumber daya alam yang dimiliki oleh negara bertujuan untuk mensejahterakan rakyat sesuai amanat konstitusi.
Menurut World Bank konteks Indonesia saat ini adalah sebagai berikut:
Pendapatan kotor per kapita nasional terus meningkat, dari $560 pada tahun 2000 hingga $3.630 pada 2014. Saat ini Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, dengan ekonomi terbesar kesepuluh berdasarkan paritas daya beli, dan merupakan anggota G-20. Indonesia telah berhasil mengurangi kemiskinan lebih dari setengahnya sejak tahun 1999, menjadi 11,2% pada tahun 2015.[13]
Sementara data Tahun 2015 menyebutkan bahwa angka koefisien gini Indonesia adalah 0,42.[14]  Hal itu sebagai warning system bagi Indonesia karena terjadi ketimpangan ekonomi pada kelompok masyarakat. Pertumbuhan ekonomi 5,6 % dengan pengurangan kemiskinan 1% menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak berkualitas.
Kementerian Keuangan dalam laporan keuangannya menyatakan terdapat 2000 Penanam Modal Asing yang tidak membayar pajak selama 10 tahun.[15] Akibatnya kini 13.000 Desa tidak ada Pembangkit Listrik Negara (PLN) dan tidak mempunya jalan layak, 11.000 Desa tidak memiliki Sekolah Dasar (SD), 1500 Kecamatan tidak memiliki pasar,  275 Kecamatan tidak memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 816 Kecamatan tidak memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA).[16] Padahal dengan norma-norma konstitusi yang ada maka ketentuan-ketentuan konstitusional perekonomian itu mempunyai kedudukan yang dapat memaksa untuk dipakai sebagai standar rujukan dalam semua kebijakan ekonomi.






[1] Pidato Soekarno di Sidang BPUPKI.
[2] Panitia pembina Djiwa Revolusi, Tudjuh Bahan2 Pokok Indoktrinasi, Djakarta, 1961, hlm. 14.
[3] Pidato Bung Karno dalam Lahirnya Pancasila.
[4] Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Alinea 2.
[5] Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Alinea 4.
[6] M. Yudhie Haryono, Usulan Naskah Akademik RUU Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial Berbasis Pancasila.
[7] Ibid., hlm. 13.
[8] Soediman Kartohadiprodjo, Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, Bandung, 2009, hlm. xix.
[9] Sri Edi Swasono, Bung Hata Bapak Keadulatan Rakyat: Memperingati Satu Abad Bung Hatta, Yayasan Hatta, Jakarta, 2002, hlm. 79.
[10]Salinan Putusan Mahkamah Konstitusi RI diakses http://www.bphn.go.id/data/documents/28_puu_2013-uukoperasi-telahucap-28mei2014-tdk_dtrima-_wmact.pdf  pada Kamis, 7 April 2016.
[11] Soediman Kartohadiprodjo, Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, Bandung, 2009, hlm. 99-100.
[12] Berdikari Online, Makna “Dikuasai Oleh Negara” Dalam Pasal 33 UUD 1945 diakses http://www.berdikarionline.com/makna-%E2%80%9Cdikuasai-oleh-negara%E2%80%9D-dalam-pasal-33-uud-1945/  pada Kamis, 7 April 2016.
[13] World Bank, Indonesia’s Overview diakses http://www.worldbank.org/in/country/indonesia/overview  pada Jumat, 08 April 2016
[14]Sindonews, Pemerintah Targetkan Indeks Gini Ratio 0,36 diakses http://ekbis.sindonews.com/read/955939/33/pemerintah-targetkan-indeks-gini-ratio-0-36-1422266484 pada Rabu, 7 April 2016
[15] Detik Finance, Menkeu: 2.000 Perusahaan Asing di RI Tak Bayar Pajak Selama 10 Tahun diakses dari http://finance.detik.com/read/2016/03/21/193009/3169957/4/menkeu-2000-perusahaan-asing-di-ri-tak-bayar-pajak-selama-10-tahun?utm_source=finance&utm_medium=Facebook&utm_campaign=CMS+Socmed  pada Selasa, 29 Maret 2016.
[16] M. Yudhie Haryono, Loc.cit.

#qoute

Monday, April 09, 2018
Kadang apa yang kita rencanakan tidak semua menjadi kenyataan, tapi kita bisa mengikhlaskan semua yang terjadi, dan menikmati setiap detiknya dengan mempersembahkan yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Jakarta, April 2018

#NOTES1 : Takdir yang Engkau Beri, Menguji Keimananku.

Saturday, January 06, 2018

Ilahi,
Rabbi.

“Adakah kisah indah tanpa derita yang Engkau catatkan di lauhul mahfuz bagi UmatMu?”
Sepanjang malam aku terjaga memohon kepada-Mu untuk menghapus semua hal yang dianggap penafsir kitab suci sebagai tindakan yang tak dapat diterima. Tetapi, aku juga ingin bertanya, mengapa Engkau memberikan takdir yang seperti ini kepadaku? Apakah tidak cukup keimananku yang telah kutorehkan selama ini? bertahun-tahun aku melaksanakan konsekuensi dari bersyahadat dan kini Engkau lagi-lagi menguji keimananku. Engkau membuat aku kehilangan, Engkau membuat aku terisak menangis. Seolah aku harus terus belajar menerima kehilangan dan menerima semua yang terjadi.  

Cak Nun pernah berkata pada satu forum, “Aku meminta Malaikat untuk selalu menguji keimananku sejauh mana.” Tapi aku bukan Cak Nun ya Rabbi, aku tidak dibentuk menjadi orang yang suci oleh jubah atau dakwah”nya. Aku hanyalah aku yang butuh merasakan sedikit saja bahagia. Baru saja sebentar ku rasakan bahagia tetapi kau cabut rahmatMu itu, dalam sekejap. Itu pula yang dulu ku rasakan, dan kini Engkau cabut lagi bahagiaku. Seolah-olah aku tak boleh sebentar saja jauh dari Jalan Lurus. Kau tarik-tarik tubuh ini, sebelum hidayah itu datang. Kau porak-porandakan lubuk hati ini sebelum ku sentuh mihrab cintanya. Kau sesakkan nafas ini sebelum ku lupakan syahadatku.


18.01.06

Setelah Demisioner Ketum HMI, Lanjut kemana?

Sunday, September 24, 2017
Gue mah senyum ajah, buat hari ini dan masa depan :)


Hai, kali ini gue mau jawab pertanyaan yang pada intinya menanyakan kesibukan gue setelah purna dari Ketum HMI Cabang Purwokerto.

Jujur, gue adalah orang yang gak bisa banget buat gabut semenit pun. Kalo gue gabut itu rasanya kayak di neraka (helo? emang udah pernah rasain neraka?) ehm, maksud gue rasanya itu gak banget deh. Jadi, dari kecil gue udah terbiasa isi kegiatan gue dengan sangat padat, jadi klo pulang ke rumah tinggal bantu-bantu rapihin rumah DIKIIT iya dikit bgt trs gue belajar terus gue tidur. Yaudah gitu ajah terus, sejak SMP gue emang lebih banyak habisin waktu gue berkegiatan di banyak organisasi, mulai dari OSIS, Ekskul, les dan klub mata pelajaran2 gitu.

Nah, sejak saat itu hingga kini, kegiatan yang padat udah jadi kebiasaan untuk gue. Berdasarkan kebiasaan gue yang gak bisa diem n cerewet maka gue memilih untuk langsung kerja setelah purna dari ketum. Gue inget banget dari tahun 2014 gue udah diajakin kerja sama orang-orang lembaga negara buat bantuin mereka garapin project mereka. Tapi, selalu gue tolak karena gue lebih pentingi organisasi daripada kerja. Hmm, sampai akhirnya pada Juli 2017 gue mutusin buat kerja sama abang gue yang juga Senior di HMI.

Abang gue ini lihat kinerja gue selama gue jabat jadi ketum, dan dia respek. Gue sih, selalu optimis dikasih apapun kerjaanya karena gue tipe multitasking.  Gue dikasih kerjaan buat bangun sistem sebuah perusahaan, gak gampang sih tapi ya gak terlalu menantang juga buat gue, karena sebelumnya gue juga udah hampir pernah mau buat Pabrik Gula Merah, CV Makanan Ringan  dan  Rumah Produksi Jamur tapi karena gue lebih mentingi HMI jadi ya rencana gue yang hampir berhasil 70% untuk Pabrik, CV makanan tinggal urus ke Notaris, Rumah Produksi Jamur udah jalan 3 bulan, itu gue tinggalin gitu ajah. Yup, gue udah invest di mana-mana tapi sayangnya orang yang gue kasih kepercayaan gak bekerja dengan baik alhasil ya uang gue ikhlasin ajah... Yup! itu karena gue masih muda, masih cari cari pengalaman, tapi kini gue rasa gue udah harus menentukan arah dari semua pengalaman gue.

Pandangan gue berubah drastis, ketika gue naik kereta dan bertemu mbak-mbak dua tahun di atas gue usianya. Dia cerita tentang susahnya cari uang, dia juga cerita tentang adik2nya yang kerjaannya pegang hape melulu, dan klo ada hp keluaran baru pasti adiknya ngerengek ke dia buat beliin HP baru tsb. Hmm... hampir tiga jam gue dengerin dia, dan lo tau kan sikap gue yang agak dingin, klo ga dingin ya gue ketawa2 ngejek org ... hahahah
Gue inget banget satu pertanyaannya, "Ngapaiin coba pegang hape berjam-jam? bangun pagi buka hp, tidur juga sambil pegang hp?"
Gue jawab, "Yaiyalah mbak orang jaman sekarang itu real time, apa-apa semua bisa lewat hp, mau belajar, mau hbgi teman, mau janjian ngerjaiin kerja kelompok, mau liat-liat kejadian terkini, mau dengerin lagu terbaru, ya semuanya lewat hp, mba nya ajah yang gak ngerti sama generasi kita"
Mbaknya bales, "Maksud aku tuh, ya kan ada waktunya, gak 24 jam pegang hape terusss..."
"Yah, emang anak jaman sekarang kayak gitu mba, saya juga gitu pegang hape terus, krn harus fast respon" lanjut gue.
"Iya sih, tapi kan klo pegang hp terus pasti kan buka2 medsos, pasti habisin kuota, nah klo kuota udah habis siapa yang dimintaiin uang, kan saya ....." keluh embaknya.
Gue terdiam sambil liat mukanya, keliatan dia muka pekerja keras.

Selama gue ngobrol dengan dia, gue tambah bersyukur karena nyokap gue masih biayaiin gue sedemikian rupa hingga gue dewasa, sementara mbak itu harus rela kuliah sambil kerja demi biayain adik-adiknya. Sumaph Gue Bersyukur Banget punya mama kayak mama gue, gak pernah marahin gue dan selalu dukung keputusan2 gue yang rada sosialis.

Karena pertemuan itulah, gue mulai berpikir, klo mbak itu ajah bisa dari lulus SMA hingga sekarang biayaiin adik-adiknya dan dirinya sendiri, kenapa gue gak bisa biayaiin adik-adik gue? (FYI nih, gue punya tiga adik cewek, SMP, SMA dan Kuliah) masa salah satu adik gue gak bisa gue biayaain sih? Sejak itu juga niat gue tuk realisasiin biayaiin pendidikan adik gue semakin besar.

Niat baik itu, bersambut dengan tawaran dari abang gue untuk urusin perusahaan yang baru didiriin olehnya. Belum genap sebulan gue demisioner, gue udah kerja, dan gue kerja hingga saat tulisan ini di publish. Hmm, dan selama tiga bulan gue kerja, gue udah bisa biayaiin 2 orang kuliah, uang ekskul adik gue yg SMP (FYI, adik gue jago banget basketnya dan butuh banyak biaya untuk hobinya ini). Gue bersyukur banget, gue bisa realisasiin niat baik gue ini, hmm setidaknya dlu gue sering bantu masyarakat, kini giliran gue berjuang buat adik-adik gue untuk bisa berpendidikan lebih tinggi dari gue :))

Nah, itu dia kesibukan gue setelah purna. Oya, satu lagi, banyak banget yang nanyain, elisa lanjut ke badko gak? atau ke PB? untuk pertanyaan yang satu ini gue jawab, gue gak mau lanjut ke wilayah itu karena gue masih fokus buat biayaiin pendidikan adik-adik gue, dan karena itu gue sekarang lagi bekerja keras banget buat mastiin kondisi gue aman secara finansial karena gue udah berusaha gak minta mama gue lagi (sebenernya ini udah dimulai dari th 2016 awal sih, tapi tetap ajah uang gue kalah bayak dari mama gue) Jadiiiiii .... lo tau kan jawabannya? bisa jadi klo kondisi finansial gue udah aman pasti gue pertimbangin buat ke ranah pengabdian di HMI lagi.

Nah, sekarang gue kegiatannya gemukin badan ajah sih sambil nyantai-nyantai dengan kader hmi hukum.

Ehmm... kenapa gue kayak gitu? kenapa gue pertimbangi secara finansial? karenague orang realistis banget dan selalu ingat kalimat ini, "Kalo jadi pemimpin itu harus memberi". Yaaa, setelah setahun gue jadi Ketum tentu seluruh materi gue udah gue hibahkan semua ke banyak kegiatan dan kini saatnya gue nabung dulu, untuk pastiin Jika kelak gue pengabdian jdi Pemimpin di organisasi gue udah punya capital modal yang cukup :*) karena gue ga mau jadi benalu bagi organisasi heheheh.

Doain ya gaes biar gue bisa jalani pilihan gue ini dengan sebaik-baiknya. Oya, gue juga lagi persiapan buat lanjut S2 Hukum Internasional kekhususan Hukum Laut dan klo ada gue mau yang ambil Security Maritime :) Doaiin biar gue bisa dapetin apa yang gue mau setelah gue bekerja keras untuk hidup orang :")

Mereka yang gue jaga dari 2014 sampai sekarang :) dari dikit kader HMI Hukum Unsoed sampai kini alhamdulillah paling banyak kader ormas di kampus ya kita ini heheheh, gak mudah lo ngejaga satu kader, apalagi banyak kader huhu.

Jangan lupa bersyukur dan ikhlas gaes, karena ga semua orang punya kesempatan kayak kita mengenyam S1 heheheh 

Yakusa!

24 sept 17
2.12


ehh oya, meski gue belum mau lanjut ke HMI Badko atau PB, gue tetap urus website www.hmiworks.com kok, jadi gue tetap memberi kontribusi ke HMI walau bukan pada tingkatan struktural hehehehe, jangan lupa joint jadi anggota hmiworks yaaaaaa.... klik linknya http://www.hmiworks.com/home and share yaaa.


bye :*)

LPJ HMI Cabang Purwokerto Bagian Ketua Umum

Saturday, September 23, 2017

LPJ beserta Lampirannya setebal lebih dari 300 lembar. Memang bukan tebalnya yang dinilai, tetapi lihatlah niat kami mencontohkan laporan pertanggungjawaban yang baik di Forum Yang Terhormat dan Layak.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
CABANG PURWOKERTO
KETUA UMUM
2016-2017

“Di balik acara-acara besar yang tercipta
Ada kerja keras yang meneteskan banyak keringat
Ada perbedaan-perbedaan yang ditinggalkan
Ada diskusi-diskusi yang menyita pikiran
Hingga larut pagi, Dan itulah kami
Kader HMI”

I.         PENDAHULUAN

Awal saya menyatakan untuk “Mencetak seribu kader yang bermanfaat bagi umat dan bangsa” banyak orang meragukannya. “Seribu kader?” remeh mereka yang pesimis. Bagi saya, selalu ada jalan bagi niat baik, dan tidak ada yang tidak mungkin ketika kita memiliki niat baik. Saya tunjukkan di akhir kepengurusan saya, dengan diselenggarakannya Silahturahmi Akbar Seribu Kader HMI Cabang Purwokerto, kalian yang meremehkan niat baik, pasti akan terbungkam!
Kalian akan terbungkam dengan apa yang telah kami lakukan di perjalanan singkat satu periode kepengurusan, satu tahun. Tepat.
Kalian katakan, periode saya amat singkat, “Ya, karena kalian terbiasa terlalu lama berkuasa” sehingga kalian anggap periode saya satu tahun tepat ini sebagai orang yang melanggar aturan. Biarlah sejarah yang mencatatnya, siapa yang melanggar aturan.
Memimpin HMI Cabang Purwokerto adalah sebuah amanah. Amanah sama dengan harga diri, harga diri berarti kehormatan. Selama 360 hari per 24 jam sejak saya terpilih menjadi Ketua Umum HMI Cabang Purwokerto saya mencurahkan seluruh energi, pikiran, materi, dan waktu demi kemajuan HMI Cabang Purwokerto. Di sini, Saya melihat anak-anak baru berdatangan, mereka menginginkan sesuatu yang baru bagi hidupnya, kondisi yang seperti ini saya hadapi dengan cara berpikir yang baru, agar organisasi kemasyarakatan yang berbasis kemahasiswaan tidak menemukan "waktunya" dibaca: lonceng kematian, apalagi HMI tak memiliki basis massa.
Saya memahami bahwa kita kini hidup pada post modern era yang di dalamnya terdapat perang asimetris dan diisi oleh banyak generasi milenial, di mana dunia informasi bersifat real time serta teknologi berkembang cepat setiap detik. Hal itu membuat saya berpikir dan mengeksekusi langkah-langkah strategis bagi pengkaderan.
Tagline yang saya gadang-gadang menjadi core desire saya dalam menghadapi berbagai hambatan, rintangan, ganguan, ancaman, dan kesakitan. Tak mudah, memberi semangat para kader untuk membantu merealisasikan visi saya tetapi dalam ketidakmudahan-ketidakmudahan itu saya mendapatkan berbagai solusi untuk merekrut kader-kader baru. Cara-cara baru saya terapkan, tetapi banyak pihak tidak suka dengan cara tersebut. Berbagai isu-isu disebarkan secara massive oleh mereka yang tidak suka cara-cara tersebut (dibaca: orang-orang terdidik dan alim). Akhirnya, saya membuat dua pertanyaan,
“Akankah kita memakai pola-pola lama demi menggapai banyak kader baru yang berkualitas?
Sanggupkah kita melangkah ke masa depan dengan pemikiran-pemikiran negatif yang diproduksi dari masa ke masa?”
Kalau cara berpikir yang baru justru dianggap sebagai pemikiran yang aneh bagi orang-orang lama, padahal itu akan menyelamatkan masa depan sebuah organisasi, maka hanya ada satu kalimat yang bisa saya sampaikan, "Semua ada masanya, dan masa-ku berbeda dengan masa-mu".
Mohon maaf, hal ini saya sampaikan di dalam pendahuluan saya, untuk mengajak kita sama-sama berpikir dengan akal sehat bukan dengan doktrin yang dibangun berpuluh-puluh tahun. Saya penyuka kebebasan berpikir karena itu saya memilih Himpunan Mahasiswa Islam sebagai wadah saya dalam pengabdian. Namun, bila dengan “HMI” orang-orang eksklusif justru berlindung dibaliknya, saya rasa Lafran Pane akan menangis melihat ini dan menarik tangan saya untuk keluar dari stereotype yang mereka bangun.

II.      STRUKTUR KEPENGURUSAN
(Struktur ini adalah struktur kepengurusan terbaru setelah diselenggarakannya Sidang Pleno 1)

       KETUA UMUM                                                            : ELISA SUGITO
       Ketua Bidang Pembinaan Anggota                                 : Musonif Fadli
       Ketua Bidang Pembinaan dan Aparatur Organisasi        :Wahyudi Prawiro U.
       Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan                  : Novita Sari
       Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pemb. Profesi           : Wiji Nurfi Utami
Ketua Bidang PT Kemahasiswaan &Kepemudaan         : Rahmat Dwi N.
Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah             : Ragil Chandra S.
Ketua Bidang Pemberdayaan Umat                                 : Andaru Pradityo
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi                       : Syatria Dwi A. W.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup                                   : Andi Wildani
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan                       : Eka Suci Nurul Aini
SEKRETARIS UMUM                                                  : IRPAN FAOZI
Wakil Sekretaris Umum Pembinaan Anggota                 : Yossi Hardian A. P.
Wasekum Pembinaan dan Aparatur Organisasi               : Tukiban
Wasekum Penelitian dan Pengembangan                        : Muallim
Wasekum Kewirausahaan dan Pembangunan Profesi     : Ahmas Faiz Salim
Wasekum PT Kemahasiswaan dan Kepemudaan            : Muhammad Setiawan
Wasekum Partisipasi Pembangunan Daerah                   : Andriana Kusumawati
Wasekum Pemberdayaan Umat                                      : Melda Subondo
Wasekum Informasi dan Komunikasi                             : Bagus Anggoro Richie
Wasekum Lingkungan Hidup                                         : Agung Gunarso Anas
Wasekum Pemberdayaan Perempuan                             : Meilia Ajeng Hening M.
BENDAHARA UMUM                                                : PUTRI HERNAWATI
Wakil Bendahara Umum                                                 : Mia Rachmawati
                       
DEPARTEMEN - DEPARTEMEN               :
D. Pengkajian Data dan Informasi Anggota       : Irin Maulana Bahtiar
D.  Pengembangan dan Promosi Kader               : Andri Rofii
D.  Pembinaan Aparat Organisasi                        : Hilmy Fauzan Dzikri
D.  Perguruan Tinggi dan  Kemahasiswaan         : Dedi Hermawan
Departemen Kepemudaan                                   : Rifki Ridho
Departemen Kewirausahaan                                : Septian Hery Saputra
D. Pengembangan Profesi                                    : Mukhamad Aziz
D.  Penelitian dan Pengembangan                       : Roma Nur Arifin
D. Partisipasi Pembangunan Daerah                     : Hutami Nurdiana Putri
D.  Pemberdayaan Umat                                       : Ian Wahyu Andriansyah
D.  Informasi dan Komunikasi                            : Anggoro Aji Nugroho
D.  Penerangan dan Humas                                 : Pratiwi Nur F.
D.  Pembangunan Sistem IT                                : Romi Fredyanto
D.  Lingkungan Hidup                                        : Wahyu


III.   KONDISI OBJEKTIF
1.      KONDISI EKSTERNAL
HMI Cabang Purwokerto merupakan satu di antara 200 lebih cabang HMI yang ada di seluruh Indonesia. Setiap cabang memiliki independensi yang diperoleh dari kondisi dan situasi di daerahnya masing-masing namun tak lupa kami harus mengikuti geopolitik nasional dan dunia. Radikalisme, Rasisme, dan Intoleransi. Ketiga kata tersebut mewarnai Indonesia belakangan ini. Polemik yang tercipta di Ibukota ikut memengaruhi kehidupan politik di daerah lainnya. Perebutan kekuasaan oleh segelintir kelompok menghegemoni nalar berpikir jutaan penduduk. Percekcokkan, pertentangan, peneguhan diri paling tahu, paling superior, dan paling berkuasa telah menciptakan instabilitas di negeri ini. Orang-orang saling memaksakan kehendaknya menjadi kehendak publik. Akhirnya, kita tercerabut dari akar “ketimuran” dan melegitimasi “kekuasaan” sebagai yang “terpenting” dari perjalanan sejarah bangsa.
Tidak. Kami tidak bisa terus menerus terbelenggu dalam kepentingan segelintir kelompok. Kami berusaha menjunjung tinggi Persatuan Indonesia sebagai alat mencapai keberadaban. Bila tiga kata di atas terus menerus melingkupi kehidupan sehari-hari di masyarakat maka bisa ditebak, perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan bangsa Indonesia menjadi tak berarti. Bisa jadi bangsa ini terpecah sebelum satu abad kemerdekaan. Dan perang asimetris yang telah dijalankan oleh invisible hand berhasil dilaksanakan di Indonesia. HMI Cabang Purwokerto lebih memilih “diam” ditengah jutaan orang yang bersuara, kami memilih untuk tidak reaktif meski banyak yang mencela.
Kami berpikir, jika semua bersuara, siapa yang akan mendengar dan mengambil langkah dengan bijak? Oleh karenanya, di akhir kepengurusan kami membuat Orasi Budaya Tokoh Nasional yang akan dibuat buku atau seminimal-minalnya prosiding. Ide, gagasan dan perjuangan HMI Cabang Purwokerto untuk mencerminkan Islam Inklusive kami lakukan dengan jalan damai, menghargai setiap keberagaman dan memegang teguh iman Islam.
Selain itu, kondisi ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan hukum telah berkembang pesat baik ke arah kemajuan atau kemunduran. Prioritas HMI Cabang Purwokerto yang berbasis Ekonomi Pedesaan telah menemui mitra strategis yang cocok berkolaborasi dalam kemajuan pedesaan. Kami memiliki Alumni berprestasi seperti Prof Totok Agung, Prof Ali Zum Mashar dan Prof Imam Santoso yang juga fokus terhadap isu tersebut. Sejalan dengan itu, kami juga ikut dalam diskursus-diskursus tentang pengembangan pedesaan melalui diskusi-dikusi yang kami bangun dengan Bang Jarot C. Setyoko, Uda Masrilkoto, Budi Ragil, Eko Cahyono, Yudhie Haryono, Suroto dan Firdaus Putra.

2.      KONDISI INTERNAL
HMI Cabang Purwokerto sendiri telah berdiri lebih dari 30 tahun dan ikut mewarnai pengabdian pada masyarakat di daerah Barlingmascakeb. Kader-kader HMI Cabang Purwokerto terdapat di lima universitas. Diantaranya; Universitas Jenderal Soedirman, IAIN Purwokerto, Akademi Maritim Nusantara Cilacap, Universitas Wijaya Kusuma dan Universitas Muhamadiyah Purwokerto.  Dari lima Perguruan Tinggi tersebut telah berdiri sembilan komisariat dan satu komisariat persiapan yakni Komisariat Ekonomi Unsoed, Komisariat Hukum Unsoed, Komisariat Diponegoro Fisipol Unsoed, Komisariat Ibnu Sina, Komisariat Dakwah IAIN, Komisariat Syariah IAIN, Komisariat Agussalim IAIN, Komisariat Bahari AMN, Komisariat UMP, dan Komisariat persiapan Teknik UMP. HMI Cabang Purwokerto memiliki sembilan komisariat penuh dan satu komisariat persiapan. Mereka terdiri dari;
No
Nama
Ketua Umum
1
Komisariat Fakultas Ekonomi & Bisnis Unsoed
Agam Fadhila
2
Komisariat Hukum Unsoed
Rizki Fajar Syarifudin
3
Komisariat Diponegoro Fisipol Unsoed
Imron Rosyadi
4
Komisariat Bahari AMN
Winto Prasetiyo
5
Komisariat Tarbiyah Agussalim
Muhammad Najih Zamzami
6
Komisariat Ibnu Sina
Fatia Murni Chamida
7
Komisariat Syariah
Moch. Isnan Yahya
8
Komisariat Dakwah
Mukhamad Abdul Aziz
9
Komisariat Ahmad Dahlan
Yudha Hidayah
10
Komisariat Persiapan Hasyim Ashari
Perhat Rakajaya

Dari banyaknya komisariat tersebut dalam akhir  kepengurusan HMI Cabang Purwokerto Periode 2016-2017 telah mengkader lebih dari 900 mahasiswa di wilayah Barlingmascakeb. HMI Cabang Purwokerto bergerak untuk mencetak seribu kader dalam satu periode kepengurusan. Pencetakan kader HMI merupakan upaya nyata dari Kepengurusan hari ini demi mewujudkan mission HMI, “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.”

IV.   PROGRAM KERJA
1.      PROGRAM KERJA
a.       Jabat Erat Alumni
b.      Jabat Erat Lembaga-Lembaga Pemerintah/Swasta/Masyarakat
c.       Rapat-Rapat:
1)      Rapat Harian
2)      Rapat Presidium
3)      Rapat Pleno 2 kali dalam setahun di bulan ke 4/ semester
Selain tiga program kerja tersebut, Ketua Umum adalah penanggung jawab dan koordinator  umum dalam pelaksanaan tugas-tugas intern dan ekstern yang bersifat umum di cabang.

2.      REALISASI PROGRAM KERJA
JABAT ERAT ALUMNI
A.     DESKRIPSI JABAT ERAT ALUMNI
Program ini didedikasikan untuk seluruh Alumni HMI yang telah mengabdikan dirinya pada suatu masa yang penuh perjuangan di serambi hijau hitam. Silahturahmi dalam Islam adalah suatu yang harus dilakukan untuk memperpanjang umur dan rezeki serta keberkahan hidup. Dari program ini Pengurus HMI Cabang Purwokerto dapat melakukan diskusi, kunjungan, seminar, workshop atau makan bersama. Kolaborasi antara Pemuda dan Alumni adalah hal ihwal dalam menjaga keutuhan dan kekokohan roda organisasi. Oleh karena itu Jabat Erat Alumni ini bukan hanya berbagi dalam cerita tetapi bagaimana saling terinspirasi dan menginspirasi diantara kedua belah pihak agar tercipta umpan balik untuk kemajuan organisasi.

B.     PARAMETER KEBERHASILAN
Semua kegiatan berjalan lancar sesuai dengan rencana.
1.1.1.      Kualitatif
Tercipta suasana guyub, bahagia dan gembira.
1.1.2.     Kuantitatif
Menghadirkan satu karya dalam setiap kunjungan.

C.     PELAKSANAAN KEGIATAN
Kunjungan yang sudah dilaksanakan ke:
1.      Presidium KAHMI BANYUMAS
2.      KAHMI Forever
3.      Prof Totok Agung (Pascasarjana Unsoed)
4.      Bang Purwadi (Dindik)
5.      Bang Ahmad Mulyono (Kemsos)
6.      Presidium KAHMI PURBALINGGA
7.      Presidium KAHMI BANJARNEGARA
8.      Presidium KAHMI CILACAP
9.      Alumni HMI Unsoed di Jakarta
10.  Bang Asep
11.  Bang Teguh
12.  Bang Gunawan
13.  Bang Agus Setyanto
14.  Bang Agus Ujianto
15.  Bang Heru Permana
16.  Yunda Dzul
17.  Yunda Rini
18.  Bang Eko
19.  Bang Heri
20.  Kapten Adam
21.  Bang Jual
22.  Bang Adi Iman
23.  Bang Jarot Setyoko
24.  Bang Jek
25.  Yunda Lastami
26.  Bang Ferri Rizki
27.  Bang Ferri Mursidan Baldan
28.  Akbar Tanjung Institut
29.  Bang Wildanshah
30.  Bang Syafiq
31.  Bang Paundra
32.  Bang Syafrudin Lubis
33.  Bang Yudhie Haryono
Pertemuan-pertemuan ini menghasilkan;
1.      Silahturahmi HMI di Jakarta
2.      Tadarus Nasional
3.      Maulid Nabi
4.      LK 2 HMI Cabang Purwokerto
5.      Sekretariat Cabang
6.      Peretemuan KAHMI SeBarlingmasCa
7.      Diskusi-Diskusi Gagasan Kebangsaan dan Perekonomian
8.      Orasi Budaya
9.      Buka Puasa Seribu Kader
10.  Jalan Sehat KFJS
11.  Perpustakaan Cabang

D.     KEUANGAN KEGIATAN
Sejauh ini keuangan masih menggunakan dana pribadi

E.      FAKTOR PENDUKUNG
Alumni yang membuka diri dan hangat

F.      FAKTOR PENGHAMBAT
Kesibukan para alumni

G.     FOTO CAPAIAN KEGIATAN
(Terlampir di FB)

H.     REKOMENDASI
Tetap menjalankan silahturahmi dengan seluruh alumni dan kahmi dimanapun berada.


JABAT ERAT LEMBAGA-LEMBAGA
A.     DESKRIPSI KEGIATAN
Program ini diperuntukan untuk menyambung silahturahmi dengan lembaga pemerintah, swasta atau masyarakat yang ada di wilayah Barlingmascakeb. Menjadi sebuah organisasi mahasiswa islam terbesar di Indonesia merupakan tanggungjawab untuk keummatan yang harus dilaksanakan dengan baik. Suasana kondusif antar organisasi harus dirawat demi menjaga keutuhan dan keamanan bangsa.

B.     PARAMETER KEBERHASILAN
Semua kegiatan berjalan lancar sesuai dengan rencana.
1.1.3.          Kualitatif
Tercipta suasana guyub, bahagia dan gembira.
1.1.4.         Kuantitatif
Menghadirkan satu karya dalam setiap kunjungan.

C.     PELAKSANAAN KEGIATAN
Kunjungan yang sudah dilaksanakan ke:
1.      POLRES BANYUMAS
2.      KESBANGPOL BANYUMAS
3.      DINAS PENDIDIKAN BANYUMAS
4.      BNN BANYUMAS
5.      GUSDURIAN BANYUMAS
6.      AHMADIYAH BANYUMAS
7.      KETUA KONGHOCU BANYUMAS
8.      IMM UMP
9.      GMKI
10.  PMII PURWOKERTO
11.  BANYUMAS TV
12.  SATELITE POST
13.  BAWASLU RI
14.  DKPP RI
15.  KPU RI
16.  SYARIKAT ISLAM
17.  PDIP BANYUMAS
18.  PBB BANYUMAS
19.  PP BANYUMAS
20.  GEBRAK BANYUMAS
21.  GNPKI BANYUMAS
22.  KY JAWA TENGAH
23.  PEMDA BANYUMAS
24.  PAPUA CENTER
25.  SEKRETARIAT NEGARA KHUSUS PAPUA
26.  BKPM RI
27.  Yayasan akarpadu
28.  Koperasi AMJ
29.  Kopkun
30.  FKUB BANYUMAS
31.  KingFaisal Institute

D.     KEUANGAN KEGIATAN
Sejauh ini keuangan masih menggunakan dana pribadi

E.      FAKTOR PENDUKUNG
KEBERSAHAJAAN PARA PEJABAT-PEJABAT DALAM MENYAMBUT MAHASISWA

F.      FAKTOR PENGHAMBAT
Kesibukan para PEJABAT

G.     FOTO CAPAIAN KEGIATAN
(Terlampir di FB)

H.     REKOMENDASI
Tetap menjalankan silahturahmi dengan unsur-unsur lembaga negara, ormas ataupun yang lainnya

RAPAT-RAPAT
A.     DESKRIPSI KEGIATAN
Keutuhan sebuah organisasi dapat terwujud apabila terdapat komunikasi yang baik dan itu dapat terjadi bukan saja di forum informal tetapi juga forum formal. Rapat dalam satu periode kepengurusan ini terdiri dari; Rapat Pengurus Harian yang akan dilaksanakan 2 kali dalam satu bulan di minggu pertama dan pertengahan, Rapat Presidium dilaksanakan satu bulan sekali pada awal bulan, Rapt Pleno dilaksanakan 2 kali dalam setahun dilaksanakan pada bulan ke-empat di setiap semester dan Rapat Pimpinan Komisariat dilaksanakan pada tiap tiga bulan sekali.

B.     PARAMETER KEBERHASILAN
Semua kegiatan berjalan lancar sesuai dengan rencana.
1.1.5.          Kualitatif
Menghasilkan pembicaraan berkualitas.
1.1.6.         Kuantitatif
Setiap program kerja cabang dan komisariat berjalan.

C.     PELAKSANAAN KEGIATAN
Sepanjang satu periode kepengurusan.

D.     KEUANGAN KEGIATAN
Rapat harian dan Presidium menggunakan dana pribadi Ketua Umum dan Pengurus Cabang.

Sidang Pleno :
Sewa Tempat dan Konsumsi
Rp. 2.000.000
Banner Rp 250.000
Total Rp 2.250.000
(Sumber dana dari Alumni)

E.      FAKTOR PENDUKUNG
Pengurus yang berdedikasi dan bertanggungjawab

F.      FAKTOR PENGHAMBAT
Kesibukan para pengurus

G.     FOTO CAPAIAN KEGIATAN
(Terlampir di FB)

H.     REKOMENDASI
Harus adanya saling menghargai dan pengertian dari pengurus untuk bisa melaksanakan rapat secara bersama-sama.


V.      EVALUASI & PROYEKSI
Sejauh ini kami telah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk merealisasikan rekomendasi-rekomendasi KONFERCAB XXXVII dan Program Kerja HMI Cabang Purwokerto 2016-2017. Memang dalam perjalanannya ada beberapa pengurus yang kurang aktif di cabang sehingga menyebabkan daya dukung berkurang. Tetapi saya yakin, ketidakaktifannya mereka di cabang karena tugas-tugas hidup yang mengharuskannya demikian, artinya situasi dan kondisinya lah yang memengaruhi hal tersebut.
Proyeksi, HMI Cabang Purwokerto dengan empat daerah dalam wilayah koordinasinya memiliki peluang besar untuk menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Melihat tahun 2018 adalah tahun politik khususnya daerah Banyumas dan umumnya, Provinsi Jawa Tengah. HMI dapat mengambil peran dalam mengkritisi kebijakan pemerintah saat ini dan mengusulkan gagasan untuk kemajuan Banyumas dan Jawa Tengah. Tentu, itu tergantung pada arah pengurus cabang 2017-2018 dibawah kepemimpinan yang baru.
Berikut saya sampaikan pengumpulan sejarah tentang Nama Ketua Umum dari masa ke masa beserta Periode Kepemimpinannya. Pengumpulan data ini, saya dedikasikan kepada semua Ketua Umum HMI Cabang Purwokerto yang telah mengabdi dengan sepenuh hati tanpa pamrih. Kiranya, ini adalah sebuah keberhasilan bagi saya secara pribadi dalam mencari jejak Pemimpin kami di masa lalu. Mungkin, bagi anda ini hanya lah deretan nama, tapi deratan nama ini saya cari melalui diskusi-diskusi yang komperhensif dari banyak pelaku sejarah di HMI Cabang Purwokerto. Ini tak mudah, tapi sepanjang niat terus bergelora, sepanjang itu lah Allah Swt menunjukkan jalanNya. Semoga di masa mendatang, bukan hanya deretan nama dari tahun 1989 tetapi bisa hingga tarun 70an bahkan 60an. 

Daftar Nama-Nama Ketua Umum HMI Cabang Purwokerto Pasca Asas Tunggal (1986) hingga 2017.

NO
PERIODE
NAMA
ASAL KOMISARIAT
1
1989-1990
Purwanto
Ekonomi Unsoed
2
1990-1991
Taufik Hidayat
Ekonomi Unsoed
3
1992-1993
Nurul Ichwan
Ekonomi Unsoed
4
1993-1994
Ngudi Mulyanto
FISIP Unsoed
5
1995-1996
Rahman Rosyidi
FISIP Unsoed
6
1997-1998
Saliyo
Agussalim
7
1998-1999
Kuswanto
UNWIKU
8
1999-2000
Dede Nurdin Sadat
Hukum Unsoed
9
2000-2001
Heri Nuryanto
Agussalim
10
2001-2000
Rakhmat Hidayat
FISIP Unsoed
11
2003-2004
Hapsari Puspitaningsih
UNWIKU
12
2004-2005
Yusak Farhan
FISIP Unsoed
13
2005-2006
Firda Sri Alami
Ekonomi Unsoed
14
2006-2007
Asep Henry Habibullah
Agussalim
15
2007-2009
Ujang Taufik
Agussalim
16
2009-2010
Agus Setyanto
Ibnusina
17
2011-2012
Zaenal Mustofa
Agussalim
18
2012-2013
Septian Dani Prasetyo
Agussalim
19
2015-2016
Siti Iskarimah
Agussalim
20
2016-2017
Elisa Sugito
Hukum Unsoed




VI.   PENUTUP
Demikianlah laporan pertanggungjawaban ini disusun secara jujur dan terbuka untuk dipergunakan sebagaimana mana mestinya dalam rangka kemajuan HMI Cabang Purwokerto  yang dimaksud.
Wabillahittaufiq Walhidayah
Wassalamu’laikum Wr.Wb.


       *Selengkapnya LPJ Full Version bisa didownload pada https://www.mediafire.com/file/kzri72yxf1g3b61/LPJ%20HMI%20Cabang%20Purwokerto%202016-2017.pdf



                                                                                    Purwokerto, 15 Ramadhan          1438 H
                                                                                            10 Juni                    2017 M


                                                                                    PENGURUS
                                                                                    HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
                                                                                    CABANG PURWOKERTO





ELISA SUGITO
KETUA UMUM






Copyright @ 2013 DARE TO BELIEVE. Designed by Templateism | MyBloggerLab