#NOTES1 : Takdir yang Engkau Beri, Menguji Keimananku.

Saturday, January 06, 2018

Ilahi,
Rabbi.

“Adakah kisah indah tanpa derita yang Engkau catatkan di lauhul mahfuz bagi UmatMu?”
Sepanjang malam aku terjaga memohon kepada-Mu untuk menghapus semua hal yang dianggap penafsir kitab suci sebagai tindakan yang tak dapat diterima. Tetapi, aku juga ingin bertanya, mengapa Engkau memberikan takdir yang seperti ini kepadaku? Apakah tidak cukup keimananku yang telah kutorehkan selama ini? bertahun-tahun aku melaksanakan konsekuensi dari bersyahadat dan kini Engkau lagi-lagi menguji keimananku. Engkau membuat aku kehilangan, Engkau membuat aku terisak menangis. Seolah aku harus terus belajar menerima kehilangan dan menerima semua yang terjadi.  

Cak Nun pernah berkata pada satu forum, “Aku meminta Malaikat untuk selalu menguji keimananku sejauh mana.” Tapi aku bukan Cak Nun ya Rabbi, aku tidak dibentuk menjadi orang yang suci oleh jubah atau dakwah”nya. Aku hanyalah aku yang butuh merasakan sedikit saja bahagia. Baru saja sebentar ku rasakan bahagia tetapi kau cabut rahmatMu itu, dalam sekejap. Itu pula yang dulu ku rasakan, dan kini Engkau cabut lagi bahagiaku. Seolah-olah aku tak boleh sebentar saja jauh dari Jalan Lurus. Kau tarik-tarik tubuh ini, sebelum hidayah itu datang. Kau porak-porandakan lubuk hati ini sebelum ku sentuh mihrab cintanya. Kau sesakkan nafas ini sebelum ku lupakan syahadatku.


18.01.06

Copyright @ 2013 DARE TO BELIEVE. Designed by Templateism | MyBloggerLab